Aku punya beberapa pengalaman pribadi tentang kepelitannya orang
Belanda, cekidot..
Waktu aku baru sebulan
tinggal di Belanda, ada kenalan yang ajak makan di simonis Scheveningen.
Simonis terkenal dengan seafoodnya. Kita berempat masing-masing memesan ‘kibbeling’(
ikan kabeljauw yg digoreng pake tepung). Atau boleh dibilang aku ikut-ikutan
aja apa yang mereka pesan, secara blom tau apaan tu ‘kibbeling’, makhluk macam
apa yg akan muncul hihihihi.Pas pesanan datang, wuuuihhh ini porsi untuk
raksasa kali ya. Porsinya super duper gede. Sangking banyaknya sisanya ku
bungkus pulang. Nah pas dah selesai makan, kupikir aku ma suamiku di bayarin,
kayak di indonesia biasanyakan yang ngajak yang bayar. Pas suaminya kenalan kami
berdiri, eeeh bojoku ikut berdiri, mereka sama-sama ke kasir.
Tuing..tuing..tuing… tapi saat itu masih kepikiran..ah pasti doi Cuma nemenin
suaminya kenalan kami kaleee. Saat mo balik ke rumah (naek mobilnya
masing-masing) di mobil doi keluarin bon pembayaran yang tadi. Gedubraaaak…
Pengalaman berikutnya waktu jalan ma mertua. Di Indonesia biasanya klo
jalan-jalan ma mertua atau orang tua sendiri, biasanya anaklah yang
bayarin. Ceritanya kita mo ke Pasar
malam, abis kantor jemput mertua berangkatlah kita ke Pasar malam di Den Haag. Pas
di tempat pembelian tiket…eng ing eng… mertua bayar sendiri. Pas dah masuk aku
marain bojoku, najis tralala masa sama orangtua sendiri segitu pelitnya. Bojo nerangin
klo itu dah biasa disini, tapi aku ga nerima. Kusuruh ganti duitnya…eh mertua
malah beliin bantal guling buatku duit yang kami kembalikan hahahahahha
Nah ini yang paling top markotop,
ada teman kantor yang Ulang Tahun. Berhubung masih jomblo dia malas ngerayain
di rumah. Di undanglah kita
untuk ngerayain di salah satu Restauran cina ‘All you can eat’. Ngerayain ultah
di restaurant itu mah biasa yah… yang bikin ngetop tuh, pas ngundang temen
kantor bilang ga usah bawa kado, sebagai ganti kado, undangan diharuskan bayar
sendiri-sendiri makanan yang akan mreka
makan. hahahahahahahaha waktu denger langsung bumi terasa bergetar, mata
berkunang-kunang, jantung berdetak
cepat,… ##$@*
Orang belanda memang terkenal sangat pelit, bahkan disalah satu website
belanda sendiri (http://www.let.rug.nl/~redeker/courses/orientatie02/harviainen/Stereotypen_over_Nederlanders.htm),
pelit itu berada di posisi kedua dari ciri khas Belanda. Setelah Tanya sana
sini termasuk om goggle, ternyata budaya pelit/perhitungan udah tertanam dalam
diri orang Belanda sejak zaman dulu. Kita tahu sendiri Belanda sangat pinter berdagang ke seluruh dunia. Salah
satunya ke Indonesia lewat VOCnya. Tahu kan rumus ekonomi pengeluaran yang
seminim mungkin untuk mendapatkan hasil semaksimal mungkin.
Budaya pelit orang Belanda mengajarkan mereka untuk menghargai berapa sen
pun uang yang di dapat. So kita bisa lihat sekarang hasilnya, negara yang
begitu kecil dengan hanya mengandalkan sebagian besar pendapatan dari turisme
dan pertanian mampu menjadi negara makmur, sehingga orang-orang yang tidak
memiliki kerjapun di biayai oleh pemerintah dan menjadi salah satu negara
dengan tingkat kelangsungan hidup yang tinggi di dunia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar